Dari jendela kelasku
Aku memandang kolam yang tak ada airnya
Sinar mentari musim panas
Mengingatkanku seekor jangkrik
Suara gelak tawa dari teman sekelas
Mulai terdengar dari kejauhan
Masa muda yang seperti percikan kenangan
'kan menjadi bayangan di langit...
senja yang merah
Setiap manusia dengan ceroboh
Terlupa akan cara berenang
Saat bahagia
Maupun sedih
Tanpa pijakan kaki
Terlihat tenggelam
Daun gingko yang berguguran
Lalu menutup dasar kolam berdinding keras
Ku menunggu airnya naik
Hingga datangnya musim panas
Warna kulitku yang belang karena terbakar
Membuat hati ini terasa sepi
Semua kenangan akan selalu menghilang
Memori baru akan terus terlahir...
menggantikannya
Meski kaki yang menjadi kram
Dan hidung yang kemasukan air
Ku kan melawan rasa sakitnya
Dan berjuang agar ku...
bisa berenang
Berapa banyak pun air yang menghilang
Pasti 'kan terisi kembali
Suatu hari,
akankah dasar kolam ini
jadi terasa dangkal
Monolog:
Setelah melewati latihan dance dan juga vokal, kami sadar kami masih jauh dari semua mimpi kami. Kaki kami belum sampai dasar kolam. Meskipun kami masih tertatih, lihatlah kami selalu.
Setiap manusia dengan ceroboh
Terlupa akan cara berenang
Saat bahagia
Maupun sedih
Tanpa pijakan kaki
Terlihat tenggelam
------------
source : twitter lxlxLND
No comments:
Post a Comment