Daun kering yang gugur tertiup angin,
sperti air mataku yang mengalir
Daun kering yang gugur tertiup angin,
menari-nari dan jatuh ke hati
Di stasiun yang hanya ada
ku seorang
Kamu yang mendadak tak bisa datang,
liburan kita pun tlah sirna
Isi dalam bagasi ini seharusnya penuh
Dari platform telah terlihat
destinasi kita
Aku menunggu di peron samping pohon
yang rindang
Dengan pedih gugur di sela ranting,
sosok keegoisan di dirimu
Dengan pedigh gugur di sela ranting,
rasa cinta yang begitu melekat
Lokasi hilangnya segala
mimpi-mimpiku
Kereta yang pergi meninggalkan kota,
yang hingga kini terlihat mendung
Terus berjalan dengan kursi kosong di
sebelahku
Jendela yang tertutup kabut,
meskipun menguat,
memori rasa sepi yang slalu datang,
mengejar
Daun kering yang gugur tertiup angin,
sperti air mataku yang mengalir
Daun kering yang gugur tertiup angin,
menari-nari dan jatuh ke hati
Stasiun di mana waktu tlah meninggalkanku
"Aku Jinan, padahal aku tlah menunggumu sejak tadi.
Aku akan pergi sendirian"
Entah mengapa sejak awal
Tlah menyadari
sendiri di stasiun terakhir
Dengan pedih gugur di sela ranting,
sosok keegoisan di dirimu
Dengan pedih gugur di sela ranting,
slamat tinggal lewat mesin penjawab
Di stasiun yang hanya ada
ku seorang
------------
source : twitter lxlxLND
No comments:
Post a Comment